1. Pigmen untuk semen
Pigmen sering digunakan untuk mewarnai semen. Mereka terbagi menjadi pigmen alami dan pigmen buatan. Pigmen alami termasuk loess, kapur, grafit, dll. Pigmen buatan termasuk oksida besi, kromium oksida, seng oksida, dll. Aduk sepenuhnya pigmen dan semen.
2. Pewarna untuk semen
Pewarna lebih halus dibandingkan pigmen. Mereka dapat menembus semen dengan lebih baik. Sekarat mirip dengan penggunaan pigmen. Perhatikan konsentrasi dan keseragaman pewarna.
3. Bubuk mineral untuk semen
Bubuk mineral adalah sejenis pigmen alami. Itu dibuat dengan menggiling batu mineral. Bisa membuat semen menjadi merah, kuning, hijau, dll. Pewarnaan dengan bubuk mineral mirip dengan penggunaan pigmen. Perhatikan kualitas dan keseragaman bubuk mineral.
4. Bahan tambahan kimia untuk semen
Bahan tambahan kimia dapat mengubah warna semen dengan mengubah sifat kimianya. Bahan tambahan kimia yang umum termasuk oksida besi, kromium oksida, seng oksida, dll. Perhatikan konsentrasi dan keseragaman bahan tambahan kimia dalam proses pewarnaan.
Cara-cara di atas semuanya untuk mewarnai. Perhatikan bahwa mereka cocok untuk aplikasi yang berbeda. Pilih metode pewarnaan berdasarkan kondisi tertentu. Memperhatikan mutu dan keseragaman semen, untuk menjamin mutu dan daya tarik bangunan.